Dietary protein, lipid, and vitamin C requirement of juvenile humpback grouper (Cromileptes altivelis)
1999
Giri, N.A. | Suwirya, K. | Marzuqi, M. (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
Английский. In order to develop an artificial feed for humpback grouper, three feeding experiment have been conducted to get basic information on dietary requirement for this fish. The first experiment was conducted to find out dietary protein requirement of humpback grouper juveniles. Fish of 5.5 +- 0.2 g body weight were fed diets containing different levels of dietary protein, i.e., 36 percent; 42 percent; 48 percent; 54 percent; and 60 percent for 50 days. Result of this experiment indicated that juvenile humpback grouper required 54.2 percent dietary protein for maximum growth. This diet resulted the highest weight gain (274.2 percent) and feed efficiency (0.81). In the second experiment, fish of 6.5 +- 0.6 g body weight were fed diets with different lipid supplementation, i.e. 0 percent; 3 percent; 6 percent; 9 percent; and 12 percent for 42 days. Weight gain and feed efficiency of fish of 9 percent lipid supplemented diet were 164.1 percent and 0.83, respectively, and higher compared to other treatments. The third experiment was conducted to find out dietary vitamin C requirement of juvenile humpback grouper. Fish of 13.5 +- 0.9 g body weight were fed diets with different levels of vitamin C (APM) supplementation, i.e., 0; 1.5; 3; 6; 12; and 25 mg/100 g diet for 126 days. Results of the experiment indicate that juvenile humpback grouper requires 3 mg vitamin C (APM) per 100 g diet for maximum growth and to prevent deficiency symptoms. Deficiency symptoms of vitamin C in humpback grouper are growth retardation, lordosis, scoliosis, hyperplasia on gill filaments, and anaemia
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Suatu penelitian dasar mengenai kebutuhan nutrient pakan untuk pertumbuhan benih ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) telah dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan pakan buatan sebagai pengganti ikan rucah. Selama ini ikan rucah secara tradisional digunakan sebagai pakan pada budidaya ikan laut, namun ketersediaannya terbatas, tergantung musim, dan merupakan ikan konsumsi. Penelitian kebutuhan protein untuk benih ikan kerapu tikus ukuran 5,5 +- 0,4 dilakukan dengan memberikan pakan yang mengandung protein berbeda yaitu 36 persen, 42 persen, 48 persen, 54 persen, dan 60 persen selama 50 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih kerapu tikus membutuhkan kandungan protein 54,2 persen dalam pakan untuk tumbuh optimal, dengan pertambahan bobot ikan mencapai 274,2 persen dan efisiensi pakan 0,81. Kebutuhan lemak ditentukan dengan memberi pakan yang mengandung lemak berbeda, yaitu 0 persen, 3 persen, 6 persen, 9 persen dan 12 persen terhadap ikan ukuran 6,5 +- 0,6 selama 42 hari. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa pakan dengan kandungan lemak 9 persen memberikan pertumbuhan terbaik, dengan pertambahan bobot ikan mencapai 164,1 persen dan efisiensi pakan 0,83. Penelitian kebutuhan vitamin C dilakukan terhadap ikan ukuran 13,5 +- 0,9 g yang diberi pakan dengan kandungan vitamin C (ascorbyl-phosphate-magnesium, APM) berbeda, yaitu 0; 1,5; 3; 6; 12 dan 25 mg/100 g pakan selama 126 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih kerapu tikus membutuhkan vitamin C (APM) 3 mg/100 g pakan untuk dapat tumbuh optimal dan terhindar dari gejala defisiensi. Gejala defisiensi vitamin C meliputi pertumbuhan terhambat, ikan bengkok (lordosis dan scoliosis), lemah, hyperplasia pada insang, dan anemia
Показать больше [+] Меньше [-]