[Prediction of erosion and soil conservation in Garang Hulu watershed (West Java, Indonesia)]
2001
Juanda J., D. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran (Indonesia) | Suharni E.
индонезийский. Daerah aliran sungai (DAS) merupakan satu ekosistem dengan keberadaan jasad hidup dan lingkungannya yang saling berinteraksi secara dinamik. Apabila kemampuan daya dukung kawasan DAS telah terlampui karena pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat, maka salah satu kerusakan yang terjadi yaitu kemunduran produktivitas tanah. Menurunnya produktivitas tanah bisa juga disebabkan oleh erosi. Penelitian dilakukan di Sub Garang Hulu meliputi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Ungaran, Gunung Pati dan Limbangan dengan tujuan ingin mengetahui perkiraan besarnya erosi aktual yang terjadi di Sub DAS Garang Hulu dan mengarahkan jenis konservasi yang tepat di Sub DAS tersebut agar tingkat erosi aktual dapat diperlambat. Parameter yang diamati meliputi erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, penggunaan pola tanam dan jenis tanaman, serta pengelolaan konservasi tanah. Setelah data terkumpul dianalisa dengan metode ULSE. Hasil penelitian menunjukkan erosivitas hujan berkisar antara 136 ton/ha/tahun-2847 ton/ha/tahun. Erodibilitas tanah 0,1320-0,425. Panjang dan kemiringan lereng berkisar antara 0,4-9,5, nilai jenis tanaman dan pola tanam berkisar dari 0,005-0,7. Pengelolaan konservasi tanah berkisar 0,04-0,1, sehingga erosi aktual yang terjadi berkisar 0,923-1680, 523 ton/ha/tahun, dan 93,33 persen lahan di Sub DAS Garang Hulu masuk dalam kondisi erosi berat sampai sangat berat. Dengan demikian arahan konservasi yang perlu diperhatikan adalah memperbaiki faktor jenis tanaman dan pola tanam, penggunaan lahan, serta pengelolaan konservasi tanah
Показать больше [+] Меньше [-]