The effect of IVM and IVC media on in vitro development of bovine embryos
2000
Margawati, E.T. | Kaiin, E.M. | Eriani, K. | Yanthi, N.D. | Indriawati (Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi-LIPI, Cibinong-Bogor (Indonesia))
Английский. The purpose of this study was to examine the effect of medium combination of IVM and IVC on the in vitro development of bovine embryos. The study involved 4 groups in a 2 (IVM medium) x 2 (IVC medium) factorial in a randomized block design. Each group was replicated for 5 times. The treatments were as follows: TCM-199/CR 1 aa (T1); TCM-199/SOF (T2); B-199/CR1 aa (T3) and B-199/SOF (T4). Oocytes were aspiration medium of PBS supplemented with 3 percent FCS and 0.1 percent Penicillin and Streptomycin. The oocytes were matured in medium of TCM-199 or B-199 supplemented with 10 percent FCS, hormones; 10 microgram/ml hCG FSH + 10 Mg/ml + 1 microgram/ml Estradiol. Maturation was maintained at 37 deg. C for 22 hours in 5 percent CO2 incubator with high humidity. A method of Brackett & Oliphant (BO) was used to fertilize the matured oocytes. The fertilization was incubated for 7 hours in the 5 percent CO2 incubator. Two culture media of CR1 aa or SOF/AA/BSA were used to develop the fertilized oocytes undergo to morula and blastocyst embryos. The findings showed that the proportion of oocytes cleaved and formation of blastocysts were affected significantly by a combination of IVM and IVC media (P less than 0.05). A combination of B-199/SOF (T4) resulted in a higher blastocyst rate (32 percent) than others (T3=29 percent; T2=T1=23 percent). This study suggests that either SOF/AA/BSA or CR1 aa has similar competence in development of bovine embryos in vitro.
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji penggunaan kombinasi media IVM dan IVC pada perkembangan embrio sapi secara in vitro. Percobaan ini melibatkan 4 grup perlakuan dari 2 (media IVM) x 2 (media IVC) faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Ke-empat perlakuan adalah kombinasi TCM-199/CR1 aa (T1); TCM-199/SOF (T2); B-199/CR1 aa (T3) dan B-199/SOF (T4). Ovarium dari Rumah Pemotongan Hewan diaspirasi untuk memperoleh sel telur dengan medium aspirasi PBS dengan penambahan 3 persen FCS dan 0,1 persen antibiotik (Penstrep). Maturasi (IVM) dilakukan di dalam inkubator (5 persen CO2) pada suhu 37 derajat C dengan kelembaban tinggi selama 22 jam. Fertilisasi (IVF) dilakukan dengan metode BRACKETT & Oliphant (BO), selama 7 jam di dalam CO2 inkubator seperti pada maturasi in vitro. Pengembangan embrio (IVC) dilakukan di dalam CO2 inkubator seperti pada maturasi dan fertilisasi in vitro. Pengamatan perkembangan embrio dilakukan pada hari ke-2, ke-6 dan ke-8 masing-masing untuk pembelahan, morula dan blastosist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media IVM dan IVC berpengaruh nyata (P lebih kecil dari 0.05) terhadap pembelahan sel telur dan pembentukan blastosist. Kombinasi B-199/SOF (T4) menghasilkan rataan blastosist lebih tinggi (32 persen) dari perlakuan lainnya (T3=29 persen; T2=T1=23 persen). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa medium kultur SOF/AA/BSA atau CR1 aa mempunyai kemampuan yang serupa untuk digunakan dalam pengembangan embrio secara in vitro
Показать больше [+] Меньше [-]