Penampilan fenotif 16 genotipe tanaman kentang (Solanum tuberosum) pada lahan sawah di dataran medium.
2000
Karuniawan A. | Sumadi | Widayat D.
Percobaan bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penampilan fenotipik dan beberapa parameter genetik yaitu variabilitas genetik dan fenotipik serta heritabilitas. Penelitian dilakukan di lahan sawah Jatinangor, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 16 genotipe sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan. Untuk mengetahui signifikasi antar perlakuan digunakann uji F dan rata-rata perlakuan diuji dengan uji gugus rata-rata Scott-Knott. Hasil penelitian menunjukkan genotipe J12 dan J12A mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi dari kultivar Granola. Genotipe yang mempunyai penampilan fenotipik yang baik adalah J3, J9 dan J19. Variabilitas genetik dan fenotipik yang luas terdapat pada karakter jumlah umbi. Nilai duga heritabilitas yang tinggi diperoleh pada karakter tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, jumlah umbi dan bobot umbi per tanaman.
Показать больше [+] Меньше [-]Английский. The aim of this research is to get the information of phenotypic performance and several genetic parameters, i.e. variability of genetic and phenotypic and heritability. The experiment was carried out at Jatinangor, Sumedang utilizing randomized block design with 16 genotypes as treatment with three replications. Significance among treatments was tested by F-test and population means for each treatment were compared by the Scott-Knott Group tested. The results showed that genotypes J12 and J12A have higher yield potential than Granola cultivar. Genotype that have good phenotypic performance were J3, J9 and J19. Broad variability of genetic and phenotypic were found on characters number of tuber per plant. Heritability value were high for plant height characters, number of flower and fruit, number of tuber, and tuber weight per plant.
Показать больше [+] Меньше [-]Ключевые слова АГРОВОК
Библиографическая информация
Эту запись предоставил Wolters Kluwer