Package of cultural practices for upland rice on red yellow podzolic soils
1989
Asyiardi | Kari, Z. | Mala, Y. | Afrizal | Iswandi (Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami, Sumatera Barat (Indonesia))
индонезийский. Sebagian besar lahan di daerah transmigrasi Sitiung (Sumatera Barat), adalah lahan kering dengan tanah bertipe podzolik dengan topografi yang beragam dari datar hingga bergelombang, dengan tanah yang bereaksi masam (pH 4,0 - 5,0) yang tingkat kesuburannya rendah dan sebagian besar unsur haranya hanya terdapat pada lapisan atas yang berketebalan 8-15 cm. Lapisan olah yang tipis inilah yang harus dipertahankan guna menunjang pertumbuhan tanaman semusim. Pengendalian bahan organik dari sisa-sisa tanaman atau pupuk kandang amat penting untuk menambah ketebalan dan kandungan bahan organik tanah. Kandungan Al dapat dipertukarkan (Al-dd) pada lapisan tanah bawah lebih tinggi sehingga dapat meracuni tanaman, sedangkan lapisan atas dengan adanya bahan organik, dapat memperkecil pengaruh Al tersebut. Pengolahan tanah secara minimum pada tanah podzolik ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada pengolahan dengan menggunakan traktor besar. Untuk penyusunan suatu paket teknologi yang tepat, telah dilakukan penelitian lapangan di dua lokasi tanah petani transmigrasi, yaitu di Sitiung I (Blok A) dan Sitiung IV, juga di Kebun Percobaan Sitiung. Percobaan dirancang dalam acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan diujicoba adalah kombinasi pomberian N, P2O5, K2O, CuSO4, ZnSO4, bahan organik, kapur, dan pengolahan tanah (disajikan suatu tabel perlakuan). Dari hasil percobaan disimpulkan bahwa dilihat dari pengamatan pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan hasil, maka peranan bahan organik (6 ton/ha) lebih menonjol disamping pemberian pupuk NPK (45-45-30) dibandingkan dengan perlakuan lain tanpa bahan organik. Pemberian bahan organik dengan penambahan kapur memberikan hasil yang sama baiknya dengan apabila hanya dilakukan penambahan kapur saja. Pemberian pupuk N dalam bentuk Urea + ZA (30+15 kg/ha) atau ZA saja (15 kg/ha) memberikan hasil yang lebih baik daripada Urea saja, karena ion SO4 dari ZA dapat menggantikan fosfat yang terikat dalam tanah, disamping itu ion tersebut diperlukan tanaman bagi penyusunan protein pada jaringan tanaman
Показать больше [+] Меньше [-]