Detection of egg parasitism and its mortality on the banana skipper, Erionota thrax (L.) eggs in the province of West Sumatera (Indonesia)
1999
Hasyim, A. (Balai Penelitian Tanaman Buah, Solok (Indoneaia)) | Hasan, N. | Syafril | Harlion | Nakamura, K.
Английский. To obtain parasitoids the eggs of banana skipper were collected from banana fields from 6 localities in West Sumatra. The samples of the eggs mass were reared at the laboratory of Sukarami Assessment Institute for Agriculture at Sitiung, Sukarami and Bandar Buat under room temperature. Each egg mass was isolated in plastic cup (13 cm in diameter and 5 cm in depth) with cutting leaves of banana, and recorded of hatching, parasitoids and other mortality parameters such as hatching failure and fungus disease. All adult parasitoids and empty shells after hatching were kept on the specimen bottle contain of 70 percent alcohol. The objectives were to know the egg parasitism, distribution and their mortality of the banana skiper eggs in West Sumatra. The results indicated that banana skipper had 4 species of egg parasitoids, there were Ooencyrtus erionotae, Pediobius erionotae, Agiommatus sumatranensis and Anastatus sp. B. Among the parasitoid species, Pediobius erionotae caused the highest mortality killing with parasitized 16.3 percent - 39.1 percent egg, Ooencyrtus erionotae was second important killing parasitized 10.2 percent - 26.9 percent, Agiommatus sumatranensis was recorded from only 4 localities killed with parasitized 1.3 percent - 8.8 percent, while Anastatus sp. B was from 2 localities (Sitiung and Rambatan) killing with parasitized 0.2 percent - 2.6 percent of the eggs. Total mortality by wasps parasitism ranged from 43.5 percent (Palangki) to 60.3 percent (Lubuk Minturun) and hatching rate ranged from 24.9 percent (Bandar Buat) to 38.9 percent (Palangki). Other egg mortality factors, including hatching failure and fungus diseases were far less waps was not related to the sample size
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Untuk menentukan (mendeteksi) jenis dan tingkat parasitasi hama penggulung daun pisang, telur dikumpulkan dari 6 lokasi penelitian di Sumatera Barat. Contoh telur tersebut dipelihara pada suhu kamar di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami yaitu di Sitiung, Bandar Buat dan Sukarami. Setiap kelompok telur bersama daun pisang yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam kotak plastik yang berukuran (garis tengah 13 cm dan tinggi 5 cm) kemudian dihitung jumlah telur yang menetas, diserang parasitoid serta parameter mortalitas lainnya seperti kegagalan menetas dan diserang jamur. Semua parasitoid dewasa dan bekas telur yang sudah menetas disimpan dalam botol yang berisi alkohol 70 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis parasitoid, distribusi dan mortalitas telur hama penggulung daun pisang di Sumatera Barat. Hasil penelitian memperoleh empat jenis parasitoid hama penggulung daun pisang yaitu Ooencyrtus erionotae, Pediobius erionotae, Agiommatus sumatranensis dan Anastatus sp. B. Di antara jenis parasitoid tersebut, Pediobius erionotae menyebabkan kematian tertinggi yang dapat memparasit 16,3 persen - 39,1 persen dari telur, Ooencyrtus erionotae dapat memparasit 10,2 persen - 26,9 persen dari telur, Agiommatus sumatranensis hanya ditemukan pada 4 lokasi penelitian dapat memparasit 1,3 persen - 8,8 persen dari telur, sedangkan Anastatus sp. B. yang hanya ditemukan pada 2 lokasi (Sitiung dan Rambatan) dapat memparasit 0,2 persen - 2,6 persen dari telur. Total kematian yang disebabkan oleh parasitoid berkisar antara 43,5 persen (Palangki) sampai 60,3 persen (Lubuk Minturun) dan rata-rata telur yang menetas berkisar antara 24,9 persen (Bandar Buat) sampai 38,9 persen (Palangki). Faktor yang menyebabkan kematian telur lainnya seperti kegagalan menetas dan jamur kurang penting dibandingkan parasitoid. Dapat dikatakan bahwa jumlah parasitoid telur/inang yang disebabkan oleh parasitoid tidak mempunyai hubungan dengan jumlah telur yang dikumpulkan
Показать больше [+] Меньше [-]