Comprehensive Approach to Land Suitability for Wetland Paddy Cultivation in Paser Regency, East Kalimantan Province | Pendekatan Komprehensif Kesesuaian Lahan Budidaya Tanaman Padi Sawah di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur
Ngadisih, Ngadisih | Fitriana, Lely | Susanto, Sahid | Arief, Sigit Supadmo | Zaki, Muhamad Khoiru | Setyawan, Chandra
Английский. This study aimed to present a comprehensive evaluation of land suitability for wetland paddy cultivation in Paser Regency, East Kalimantan Province using the Simple Additive Weighting (SAW) process and Geographic Information System (GIS) techniques. The ten factors determining land suitability selected were soil texture, soil depth, soil drainage, soil type, rainfall, temperature, slope, distance from roads, distance from rivers and land use. The factor weights were considered the same, for the suitability analysis of the use of rice development in the study area. Then, after carrying out a weighted sum analysis, Paser Regency was qualitatively categorized as very suitable, quite suitable, marginally suitable, not currently suitable for rice land development with values of 20, 39, 28, 13% respectively. Meanwhile, taking into account land use, the very suitable category was 20% and quite suitable was reduced to 33% of the total research area. Based on the available land, the opportunity for developing rice plantations in Paser Regency was relatively large. The study revealed that the SAW approach technique was acceptable for identifying appropriate land for rice development in the study area.
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan evaluasi mendalam mengenai kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya padi sawah di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur menggunakan proses Simple Additive Weighting (SAW) dan teknik Geographic Information System (GIS). Sepuluh faktor penentu kesesuaian lahan yang dipilih adalah tekstur tanah, kedalaman tanah, drainase tanah, jenis tanah, curah hujan, temperatur, kelerengan, jarak dari jalan, jarak dari sungai dan penggunaan lahan. Bobot faktor dianggap sama, untuk analisis kesesuaian penggunaan pengembangan padi di wilayah penelitian. Kemudian, setelah dilakukan analisis weighted sum, Kabupaten Paser tersebut secara kualitatif dikategorikan sebagai sangat sesuai, cukup sesuai, sesuai marjinal, tidak sesuai saat ini, untuk pengembangan lahan padi dengan nilai masing-masing 20,2%; 38,8%; 28,4%; dan 12,6%. Berdasarkan lahan yang sesuai maka peluang pengembangan lahan tanaman padi di Kabupaten Paser relatif luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pendekatan SAW dapat digunakan untuk mengidentifikasi lahan yang berpotensi untuk pengembangan lahan padi di wilayah penelitian.
Показать больше [+] Меньше [-]Ключевые слова АГРОВОК
Библиографическая информация
Эту запись предоставил University of Mataram