Analisis Efisiensi Produksi Kelapa Sawit Swadaya Di Lahan Gambut Pasang Surut Di Kabupaten Indragiri Hilir | Penerapan Good Agricultural Practises (Gap) Dan Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya Di Lahan Gambut Pasang Surut Di Kabupaten Indragiri Hilir
2025
Maliza | Rosnita | Dewi, Novia
Английский. The limited availability of suitable land for oil palm cultivation encourages farmers to utilise tidal peatlands. However, tidal peatlands are considered less appropriate for oil palm plants. The utilisation of tidal peatlands for oil palm plantations hurts production, productivity, and income received by farmers if farmers do not apply standardised cultivation techniques. This study aims to analyse the application of independent oil palm cultivation techniques, the amount of income of independent oil palm farmers, and the efficiency level of independent oil palm production on tidal peatlands in Indragiri Hilir Regency. The sampling method used was the Accidental Sampling method with 40 samples. This study was conducted in two sub-districts in Indragiri Hilir Regency, namely Kempas District and Tempuling District, using GAP analysis of oil palm cultivation techniques, analysis of farm income and analysis of production efficiency with stochastic frontier. The results of the study indicate that the application of oil palm cultivation techniques on tidal peatlands has not followed the recommendations set by the Palm Oil Research Centre (PPKS) by the principles of Good Agricultural Practices (GAP). Of the 11 recommended cultivation techniques, only land clearing, weed control, planting patterns, and harvesting were applied 100 per cent. The average production of oil palm on tidal peatlands reached 31,181 kg/year, with a productivity of 10,055 kg/ha/year. The average production cost incurred by farmers was Rp9.530.672/ha/year. The total income of farmers reached Rp19.432.482/ha/year, while the average net income of farmers was Rp.9.901.809/ha/year. All farmers who farm oil palm on tidal peatlands have achieved technical efficiency, but are not yet allocatively and economically efficient.
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu daerah sentra produksi kelapa sawit, di mana Kabupaten Indragiri Hilir menjadi kabupaten dengan luas lahan basah dan lahan gambut terbesar di antara kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terbatasnya ketersediaan lahan yang sesuai untuk budidaya kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hilir mendorong petani memanfaatkan lahan basah atau lahan gambut pasang surut. Tetapi lahan gambut pasang surut tergolong kurang sesuai untuk tanaman kelapa sawit. Pemanfaatan lahan gambut pasang surut untuk perkebunan kelapa sawit berdampak negatif terhadap produksi, produktivitas, dan pendapatan yang diterima oleh petani jika petani tidak menerapkan teknik budidaya yang sesuai dengan standarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penerapan teknik budidaya kelapa sawit swadaya di lahan gambut pasang surut di Kabupaten Indragiri Hilir, 2) Menghitung besar pendapatan petani kelapa sawit swadaya di lahan gambut pasang surut di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di dua kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Kempas dan Kecamatan Tempuling, setiap kecamatan terdiri dari dua desa, yaitu Kelurahan Kempas Jaya dan Desa Kulim Jaya di Kecamatan Kempas, Desa Karya Tunas Jaya dan Desa Teluk Kiambang di Kecamatan Tempuling. Jumlah total sampel penelitian ini adalah 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan 1) Penerapan teknik budidaya kelapa sawit di lahan gambut pasang surut oleh petani di Kabupaten Indragiri Hilir belum sepenuhnya mengikuti anjuran yang ditetapkan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Dari 11 teknik budidaya yang dianjurkan, hanya 4 kegiatan (pembukaan lahan, pengendalian gulma, pola tanam, dan panen) yang diterapkan 100 persen. 2) Produksi rata-rata kelapa sawit di lahan gambut pasang surut di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 31.181 kg/tahun, dengan produktivitas sebesar 10.055 kg/ha/tahun. Biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani adalah Rp14.267.879/ha/tahun. Penerimaan total petani mencapai Rp19.432.482/ha/tahun. Pendapatan bersih rata-rata petani adalah Rp5.164.602/ha/tahun.
Показать больше [+] Меньше [-]Ключевые слова АГРОВОК
Библиографическая информация
Эту запись предоставил State University of Medan