[Adaptation test of Salacca Bali x Pondoh genotype]
1997
Purnomo, S. | Tegopati, B. | Handayani, S. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Karangploso (Indonesia))
英语. Characteristics of salacca fruit preferred by the consumers are having thick-fruit flesh, sweet with no tannin taste and smooth-fruit skin scale. Crossing of salacca Bali and Pondoh resulted a genotype characterized by high RuBK and NR activities in leaves followed by low tannin content that indicating sweetness and thickness of fruit flesh. Field test on those genotypes was conducted from April 1995 to March 1997. Research used a randomized block design with eight genotypes, namely G/PH, PH/G, K/PH, PH/K, K/G, G/K, Glp/PH and PH/Glp, grown in three location, namely Sukarame (Kediri), Tempursari (Lumajang) and Wedi (Bojonegoro). Sukarame (Kediri) represented salacca development zone, with the altitude 87.0 m above sea level (a.s.l.), D rainfall type, Inceptisol soil type with sandy loam soil texture, dryland, while Tempursari (Lumajang), at the altitude 2 m a.s.l., C rainfall type, Grumosol soil type with technical irrigation. Result showed that seedling growth rate among those genotypes in the field at 7 months-old ranged between 115.4-79.5 percent low growth rate ( 250 percent) represented by genotype having high NR activity (more than or same with 38.5 muM) NO2/g leaves wety-weight/minute), high RuBPK (more than or same with 14.9 muM CO2 fixated/cm2 leaves/minute), and low tannin content in leaves ( 0.38 mug prosianidin/g leaves wet weight), namely G/PH and Glp/P hybrids. Planting location determined seedling growth ability and those hybrids growth, but no effect on NR and RuBPK activities and leaves tannin content. Growth rate in new extension area in Sukarame (Kediri) was significantly lower compared to planting location in Tempursari (Lumajang) and Wedi (Bojonegoro), as the production centre this condition needed to be furtherly studied
显示更多 [+] 显示较少 [-]印度尼西亚. Ciri buah salak yang disukai oleh konsumen adalah daging buah tebal, manis tanpa sepet dan sisik kulit buah halus. Persilangan antar varietas salak Bali dengan Pondoh telah menghasilkan genotipa dengan ciri aktivitas RuBK dan NR di daun yang tinggi diikuti oleh kadar tanin daun yang rendah pada fase bibit. Ciri aktivitas RuBK dan NR di daun yang tinggi diikuti oleh kadar tanin daun yang rendah sebagai petunjuk tanaman salak mempunyai buah berdaging tebal dan manis. Uji lapangan genotipa-genotipa tersebut telah dilaksanakan mulai bulan April 1995 sampai dengan bulan Maret 1997. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan genotipa, yaitu G/PH, PH/G, K/PH. PH/K, G/K, Glp/PH, dan PH/Glp, ditanam di tiga lokasi tanam, yaitu Sukarame (Kediri), Tempursari (Lumajang), dan Wedi (Bojonegoro). Sukarame (Kediri) mewakili wilayah pengembangan salak, tinggi tempat 87,0 m dpl., tipe curah hujan D, jenis tanah Inceptisol dengan tekstur lempung berpasir, lahan kering, sedangkan Tempursari (Lumajang), tinggi tempat 2,0 m dpl., jenis tanah Latosol, tipe curah hujan C, jenis tanah Grumosol, berpengairan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tumbuh bibit genotipa-genotipa tersebut di lapangan pada umur 7 bulan setelah tanam berkisar antara 15,4 persen - 79,5 persen. Daya tumbuh yang rendah ( 250 persen) justru diragakan oleh genotipa yang daunnya mempunyai aktivis NR tinggi (lebih besar dari atau sama dengan 38,5 muM NO2/g bobot basah daun/menit), RuBPK tinggi (lebih besar atau sama dengan 14,9 muM CO2 difiksasi/cm2 daun/menit) dan kadar tanin daun rendah ( 0,38 muM prosianidin/g bobot daun basah daun), yaitu hibrida G/PH dan Glp/PH. Lokasi tanam menentukan daya tumbuh bibit dan pertumbuhan hibrida-hibrida tersebut, tetapi tidak mempengaruhi aktivitas NR dan RuBPK serta kadar tanin daun. Daya tumbuh di lokasi pengembangan tanam yang baru di Sukarame (Kediri) nyata lebih rendah daripada lokasi tanam di Tempursari (Lumajang) dan Wedi (Bojonegoro). Dua lokasi tanam yang terakhir ini telah lama menjadi pusat produksi salak. Dengan demikian calon varietas unggul untuk wilayah pengembangan tanam yang baru perlu ditelaah lebih lanjut sejalan dengan daya tumbuh bibit dan laju pertumbuhannya yang rendah
显示更多 [+] 显示较少 [-]