Effect of protein levels in diet gonadal development and spawning of sea cucumber (Holothuria scabra) broodstock
1998
Suastika, M. | Moria, S.B. | Darmansyah (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
英语. Sea cucumber is an exportable commodity, and most of the exported animal are caught from natural source. Effort to culture it have been made, but much depends on its seeds supply. The purpose of this experiment was to examine the effect of protein levels in the diet on the gonad maturation of sea cucumber Holothuria scabra. Formulated feed with different levels of protein namely 10 percent; 20 percent; and 30 percent were used and as control, lablab meal with protein content of 7.4 percent was used. Feed was given at 2 percent of biomass weight. Sea cucumber were kept for six months in fiber glass tanks with a capacity of 500 liter divided into four chambers. Every 45 days, gonad maturation stage was identified and at the end of the experiment, gonad somatic index (GSI), protein efficiency ratio (PER) and the number of ovum or sperm in the gonad were arised. The result showed that dietary protein levels significantly affected gonad somatic index (GSI) and protein efficiency ratio (PER). Protein level of 30 percent was the best in terms of increasing gonad maturation rate. Treatment with 30 percent protein revealed that for female the GSI was 24 percent and total ovum was 80.9 x 10 at the power of 6 cell/gonad, while for the male the GSI was 20.2 percent and total sperm was 70.2 x 10 at the power of 6 cell/gonad. Up to the end experiment there was no spawning observed due to the different time of male and female gonad maturation
显示更多 [+] 显示较少 [-]印度尼西亚. Teripang merupakan komoditas ekonomis penting dan mudah dipasarkan sebagai komoditas ekspor, namun hingga saat ini ekspornya masih tergantung dari hasil tangkapan di alam. Usaha pembudidayaan teripang masih mempunyai kendala dalam penyediaan benih. Dalam rangka menunjang pembenihan teripang telah dilakukan penelitian untuk mengetahui dosis protein yang tepat dalam pemberian pakan yang dapat mempercepat proses pematangan gonad teripang pasir. Pada penelitian ini induk teripang diberi pakan percobaan dengan dosis protein yang berbeda yaitu A = 10 persen, B = 20 persen, C = 30 persen dan sebagai kontrol (D) menggunakan pakan hanya berupa tepung klekap (protein 7,4 persen). Pakan diberikan 2 persen dan bobot biomassa. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dan setiap perlakuan terdiri atas tiga kali ulangan. Induk teripang dipelihara dalam bak serat gelas yang disekat menjadi empat bagian, dan penelitian berlangsung selama enam bulan. Setiap 45 hari dilakukan pengamatan tingkat kematangan gonad dan pada akhir penelitian dihitung indeks kematangan gonad, protein efisiensi rasio serta kandungan sel telur dan sperma di dalam gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis protein dalam pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap indeks kematangan gonad (IKG) dan protein efisiensi rasio. Perlakuan C (dosis protein 30 persen) memberikan hasil terbaik dalam mempercepat proses pematangan gonad, dan dalam jumlah sel telur dan sperma di dalam gonad untuk betina IKG = 24,0 persen dan sel telur = 80,9 x 10 pangkat 6/gonad, sedangkan untuk jantan IKG = 20,2 persen dan sel sperma = 70,2 x 10 pangkat 6/gonad. Hingga akhir penelitian pemijahan tidak terjadi karena pematangan gonad jantan dan betina tidak bersamaan waktunya
显示更多 [+] 显示较少 [-]