Prospect of white bean (Vigna sp.) farming in swamp area: case study at Siang Gantung village, Hulu Sungai Selatan District
2002
Zuraida, R.,Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Banjarbaru (Indonesia)
英语. Limiting factors of farming system in swamp area in South Kalimantan are water-flooded during rainy season, drought during dry season, and water availability difficult to predict. Usually, farmer plant a local variety with low fertilizer application. Rice, Nagara/white bean and watermelon are commodities commonly planted by farmer in this area. By applying current technology, rice yielded 3 t/ha (with R/C ratio 2.6), Nagara bean yielded 2 t/ha that gives an income of Rp 3,000,000 (R/C ratio 2.4), and watermelon yielded 10 t/ha that gives an income of Rp 4,300,000 (R/C ratio 2.6). Based on that facts, and also farmers responsiveness to a new technology, hence, Nagara/white bean has a good prospect to develop
显示更多 [+] 显示较少 [-]印度尼西亚. Kendala usahatani lahan lebak di Kalimantan Selatan adalah tergenang air pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, dan datangnya air pada lahan lebak ini sukar diprediksi. Teknologi budidaya petani sangat sederhana, yaitu penggunaan varietas lokal, dan pemupukan belum memadai. Usahatani yang dominan pada daerah ini adalah padi, kacang putih/Nagara, dan semangka. Produktivitas padi mencapai 3 t/ha dengan nilai R/C 2,6, dan kacang Nagara produktivitasnya sudah mencapai 2 t/ha dengan penerimaan sebesar Rp 3.000.000 (nilai R/C 2,4). Untuk komoditas semangka produktivitasnya mencapai 10 t/ha, mendapatkan penerimaan sebesar Rp 4.300.000 (nilai R/C 2,6). Melihat permasalahan tersebut, maka kacang Nagara mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan, dan petani juga sangat responsif terhadap teknologi baru
显示更多 [+] 显示较少 [-]