Pengelolaan hara pada lahan sawah dalam jangka panjang.
1994
Basyir A. | Slamet P. | Suyamto
BAHASA: Penelitian pemupukan padi sawah jangka panjang telah dilaksanakan pada musim hujan 1989/1990 pada tanah Regosol beriklim D3 di Mojosari, tanah Grumosol iklim C2 di Ngale, tanah Aluvial iklim C3 di Kendalpayak dan tanah Latosol iklim C3 di Jambegede. Penelitian bertujuan untuk memantau perubahan tanggapan tanaman padi terhadap pemberian pupuk anorganik dan organik dan perubahan kesuburan tanah akibat pemberian pupuk tersebut dalam jangka panjang. Rancangan yang digunakan acak kelompok dengan perlakuan sebagai berikut : (1) tanpa pupuk, (2) dipupuk N saja, (3) NP, (4) NK, (5) NPK, (6) NP + jerami. (7) NPKS, (8) NPKSZn, (9) NPKSZn + jerami, (10) NPKSZn + Sesbania rostrata, (11) NPKSZn + Azola (12) NPKSZn + pupuk kandang. Takaran pupuk 250 kg Urea, 100 kg TSP, 100 kg KCl, 50 kg ZA dan 5 ton pupuk organik/hektar. Pupuk Zn diberikan dengan cara mencelup akar bibit padi ke dalam larutan ZnO 2 persen. Padi varietas IR64 ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Hasil penelitian hingga musim tanam ke tujuh menunjukkan bahwa kandungan hara P, K, dan S dalam tanah masih cukup untuk memperoleh hasil 4 hingga 5t/ha, walaupun unsur hara tersebut tidak ditambahkan ke dalam tanah. Pemberian pupuk N sekitar 250 kg Urea/ha setiap musim tanam mutlak diperlukan untuk mencapai tingkat hasil tersebut, kecuali pada lada jenis tanah Aluvial yang kesuburannya tinggi. Penambahan pupuk P dan K, atau P+K tidak mengakibatkan penambahan hasil dibandingkan dengan pemupukan N saja. Untuk jangka pendek pemupukan unsur mikro S dan Zn serta penambahan bahan organik berasal dari pembenaman jerami padi, Sesbania, Azola atau pupuk kandang tidak meningkatkan hasil padi di tanah Regosol dan Grumosol, apabila pupuk N dari Urea diberikan cukup. Kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa unsur utama penentu tingginya hasil padi sawah adalah N, dan harus diberikan setiap musim. Pemupukan P, K dan S tidak mutlak harus diberikan setiap musim pada tanah sawah secara nyata menunjukkan gejala kahat hara tersebut. Potensi penyediaan hara di lahan sawah, selain N pada umumnya masih cukup baik, sehingga keberlanjutan tingkat produksi padi tidak mengkhawatirkan.
显示更多 [+] 显示较少 [-]