[Effect of anorganic fertilizer and straw on the yield of rice and soybean on rice-rice-soybean cropping pattern in Vertisol soils]
1993
Suyamto, H. (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang (Indonesia))
印度尼西亚. Penelitian jangka panjang untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik dan jerami secara terus menerus atas hasil padi dan kedelai di tanah Vertisol telah dilakukan di KP Ngale mulai MH 1989/90. Makalah ini melaporkan hasil penelitian sampai MH 1990/91 atau empat musim tanam, termasuk tanaman kedelai. Pola tanam yang diikuti adalah padi-padi-kedelai. Pada musim tanam (MT I) terdapat 9 perlakuan kombinasi pupuk anorganik dan jerami, yaitu: tanpa pupuk, N, NP, NK, NPK, NPK + jerami, NPKS, NPKSZn dan NPKSZn + jerami. Mulai MT II dan seterusnya, perlakuan ditambah menjadi 16 kombinasi pupuk, yaitu jerami, N + jerami, PK, P, K, NPKZn, 1/2 NPK + jerami. Sumber pupuk N adalah Urea dengan takaran 250 kg/ha. Sumber pupuk P adalah TSP dengan takaran 100 kg/ha. Sumber pupuk K adalah KCl dengan takaran 100 kg/ha. Sumber pupuk S adalah ZA dengan takaran 100 kg/ha. Untuk kombinasi perlakuan dengan S, sumbangan hara N dari ZA dihitung untuk menentukan takaran Urea yang perlu ditambahkan. Penambahan Zn dilakukan dengan cara mencelupkan bibit padi ke dalam larutan 2 persen Zn selama dua menit. Takaran jerami 5 t/ha. Pupuk N diberikan tiga kali, yaitu pada saat tanam bersama-sama pupuk P, K, Zn dan jerami; 21 hari setelah tanam dan saat primordia bunga, masing-masing dengan takaran sepertiganya. Rancangan percobaan yang digunakan acak kelompok, dengan tiga ulangan. Padi varietas IR64 ditanam pada petak berukuran 5 m x 10 m dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Kedelai yang digunakan varietas Wilis dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm, 2 tanaman/rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil padi musim hujan lebih tinggi daripada musim kemarau. Pada musim hujan, peningkatan hasil padi akibat pemberian pupuk lebih disebabkan oleh penambahan hara N daripada penambahan hara lain (P, K, S, Zn dan jerami). Hal ini disebabkan oleh kandungan N dalam tanah yang rendah, sedangkan kandungan hara P dan K dalam tanah cukup tinggi. Pada pertanaman musim kemarau, di samping N, penambahan hara K juga berperan dalam peningkatan hasil padi. Hal ini karena ketersediaan air yang relatif terbatas pada musim kemarau menyebabkan penurunan ketersediaan hara K. Residu pupuk pada padi terhadap hasil kedelai setelah padi tidak jelas, namun terdapat indikasi adanya residu pupuk P, K dan pemberian jerami, sehingga hasil kedelai dapat mencapai lebih 2 t/ha
显示更多 [+] 显示较少 [-]